Seperti yang telah dibahas pada artikel sebelumnya (klik link berikut untuk membaca artikel “Standar Data Center Menurut Uptime Institute”), availability merupakan tolak ukur kualitas suatu data center. Oleh karena itu, tidak sedikit biaya yang diinvestasikan untuk memastikan kualitas daya listrik (power quality) yang baik agar tidak mempengaruhi operasional data center.

Beberapa permasalahan kualitas daya listrik yang harus diperhatikan adalah:

  • Voltage dip (voltage sags)
  • Interupsi tegangan (momentary interruptions)
  • Peningkatan tegangan (voltage swells)
  • Transient (voltage transients / surges)
  • Harmonik (harmonics)
  • Pentanahan (grounding)

Secara desain, kebanyakan data center, bahkan yang hanya tergolong dalam tier 1, memiliki sistem distribusi yang bisa dikatakan tahan terhadap voltage dip dan interupsi tegangan. Malah sebenarnya resiko terjadinya voltage dip dan interupsi tegangan bisa dikatakan hampir tidak ada dikarenakan sumber daya listrik sudah dilengkapi dengan genset dan juga UPS. Di data center, voltage dip dan interupsi tegangan hanya bisa terjadi jika terjadi kerusakan alat atau kesalahan manusia (human error). Namun, kedua faktor ini bisa diatasi dengan mudah melalui perawatan berkala dan pelatihan yang mumpuni. Berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh EPRI (Electric Power Research Institute), kebanyakan data center mampu menghadapi dip dan tegangan dalam rentang 30 sampai 300 ms.

Kebanyakan UPS tidak dapat melindungi peralatan dari peningkatan tegangan (voltage swells). Namun di lain sisi, tidak terlalu ditemukan bukti bahwa peningkatan tegangan dapat menyebabkan kerusakan yang berarti ataupun mengganggu operasional. Menurut IEEE, peningkatan tegangan dikategorikan sebesar 1.8 per unit (PU) selama 2 menit. Pengujian oleh EPRI menunjukkan bahwa sebagian besar alat pada data center mampu menahan hingga 3.0 per unit (PU). Ditambah lagi, studi oleh EPRI juga menunjukkan peningkatan tegangan hanya terjadi paling banyak 1 kali dalam 6 tahun di Amerika Serikat.

Petir sudah umum dikenal dapat menyebabkan kerusakan pada perangkat listrik. Walaupun kebanyakan UPS dan server sudah dilengkapi dengan pelindung lonjakan listrik (surge protector), akan lebih baik jika pelindung lonjakan listrik dapat dipasang pada titik lainnya di data center. Alat yang paling rentan rusak akibat lonjakan listrik adalah: dioda jembatan (diode rectifier bridge), kapasitor filter (filter capacitor), fuse dan transistor.

Klik link berikut ini untuk mempelajari permasalahan harmonik pada data center.